Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AAFI) cabang NINABUA menggelar Pelatihan Auditor Forensik Muda 2025 yang diikuti oleh 120 peserta dari berbagai lembaga daerah. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kompetensi pengawasan terhadap proyek strategis di wilayah Papua Pegunungan, terutama yang rawan kecurangan dan penyimpangan anggaran.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini menjadi salah satu program prioritas AAFI NINABUA dalam meningkatkan kualitas SDM pengawas pembangunan. Para peserta mendapatkan materi intensif tentang audit forensik, deteksi fraud, analisis keuangan proyek, hingga teknik investigasi lapangan.

Fokus Pelatihan Auditor 2025

Pelatihan ini dirancang dengan kurikulum yang lebih komprehensif untuk menjawab tantangan meningkatnya kasus penyimpangan dalam proyek pemerintah. Adapun fokus utama pelatihan meliputi:

  • Metode Audit Forensik Modern — membekali peserta dengan teknik pemeriksaan berbasis data dan teknologi.
  • Identifikasi dan Analisis Fraud — mempelajari pola-pola praktik korupsi yang sering muncul pada proyek fisik dan pengadaan.
  • Penyusunan Laporan Investigatif — teknik menulis laporan yang akurat, terstruktur, dan sesuai standar audit profesional.
  • Simulasi Lapangan — praktik langsung meninjau proyek konstruksi untuk memeriksa kesesuaian spesifikasi.

Antusiasme Peserta dan Tantangan Lapangan

Beberapa peserta mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam pengawasan proyek adalah lemahnya dokumentasi, keterbatasan akses informasi, dan seringnya perubahan spesifikasi di lapangan tanpa dokumen pendukung.

Melalui pelatihan ini, AAFI berharap para auditor muda memiliki kemampuan lebih kuat dalam menganalisis informasi secara objektif sekaligus mampu mendeteksi kejanggalan sejak dini sebelum menyebabkan kerugian negara yang lebih besar.

Pernyataan Resmi Ketua AAFI NINABUA

Ketua AAFI NINABUA menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. “Auditor muda adalah garda terdepan dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas. Jika kompetensi mereka kuat sejak awal, maka kualitas pembangunan daerah kita akan semakin baik,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa para auditor muda perlu dibekali bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga integritas dan keberanian dalam mengungkap temuan yang berpotensi merugikan negara.

Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi Lembaga

Program pelatihan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah serta sejumlah lembaga mitra seperti lembaga akademik, organisasi profesi, dan komunitas anti-korupsi. Kolaborasi ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pengawasan di tingkat lokal.

Pemda berharap pelatihan semacam ini dapat digelar secara rutin agar semakin banyak auditor profesional yang siap ditugaskan mengawasi proyek-proyek pembangunan, terutama yang berhubungan dengan infrastruktur strategis.

Dampak Jangka Panjang Program Pelatihan

AAFI NINABUA menargetkan bahwa peserta pelatihan tahun ini dapat membantu mengurangi potensi fraud secara signifikan dalam proyek-proyek pemerintah. Dengan meningkatnya kapasitas auditor, proses monitoring dan evaluasi diharapkan menjadi lebih efektif, cepat, dan akurat.

Selain itu, kehadiran auditor muda yang profesional juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses pembangunan daerah.

Kesimpulan

Pelatihan Auditor Forensik Muda 2025 menjadi langkah strategis AAFI NINABUA dalam memperkuat integritas dan akuntabilitas pembangunan di Papua Pegunungan. Melalui peningkatan kompetensi SDM, AAFI berkomitmen menciptakan pengawasan yang lebih kuat, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.