Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AAFI) cabang NINABUA kembali menghadirkan inovasi baru melalui peluncuran Sistem Pelaporan Masyarakat 2025, sebuah platform yang memungkinkan warga untuk melaporkan dugaan penyimpangan atau kejanggalan dalam proyek pembangunan daerah. Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat partisipasi publik sekaligus menciptakan budaya pengawasan yang lebih inklusif di Papua Pegunungan.

AAFI NINABUA menilai bahwa masyarakat adalah pihak yang paling dekat dengan proses pembangunan dan memiliki akses langsung untuk mengamati aktivitas di lapangan. Dengan demikian, keterlibatan mereka dalam melaporkan temuan sangat penting untuk mencegah kerugian negara akibat praktik fraud, manipulasi data, ataupun pelaksanaan proyek yang tidak sesuai spesifikasi.

Tujuan Pengembangan Sistem

Sistem Pelaporan Masyarakat 2025 dikembangkan untuk memperkuat pengawasan dan memastikan bahwa setiap laporan yang masuk dapat diproses secara cepat dan profesional. Tujuan utama sistem ini meliputi:

  • Meningkatkan transparansi proyek pembangunan daerah.
  • Mempermudah masyarakat dalam menyampaikan laporan terkait dugaan kecurangan.
  • Mendorong keterlibatan publik sebagai bagian dari pengawasan demokratis.
  • Mempercepat tindak lanjut audit investigatif terhadap kasus-kasus yang terindikasi bermasalah.

Cara Kerja Sistem Pelaporan

Sistem ini memanfaatkan platform digital yang dapat diakses melalui website maupun aplikasi mobile yang tengah dikembangkan. Beberapa mekanisme utamanya yaitu:

  • Formulir Aduan Digital — masyarakat dapat mengirim laporan lengkap dengan foto, lokasi, dan deskripsi kejadian.
  • Pelacakan Status Laporan — pelapor dapat memonitor perkembangan tindak lanjut oleh auditor.
  • Verifikasi Data — tim AAFI melakukan pemeriksaan awal sebelum laporan masuk ke tahap investigasi.
  • Keamanan Identitas Pelapor — identitas masyarakat dijamin aman untuk mencegah intimidasi atau tekanan.

Pernyataan Ketua AAFI NINABUA

Ketua AAFI NINABUA menyampaikan bahwa sistem pelaporan ini merupakan langkah besar dalam membuka ruang partisipasi publik. “Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga integritas pembangunan. Dengan platform pelaporan ini, suara warga dapat langsung ditindaklanjuti melalui proses audit yang profesional,” tegasnya.

Beliau juga menambahkan bahwa semakin banyak laporan yang valid dan terverifikasi, semakin besar peluang untuk menekan angka penyimpangan dan meningkatkan efektivitas pengawasan daerah.

Dukungan Pemerintah dan Lembaga Mitra

Pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap peluncuran sistem ini. Mereka menilai keberadaan saluran pelaporan yang terbuka sangat membantu dalam mengidentifikasi potensi penyimpangan di lapangan sebelum kerugian menjadi lebih besar.

Selain itu, sejumlah lembaga mitra, termasuk organisasi masyarakat sipil dan lembaga pemantau independen, siap berkolaborasi untuk memperkuat integritas data yang masuk serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengawasan berbasis partisipasi publik.

Dampak yang Diharapkan

Dengan beroperasinya Sistem Pelaporan Masyarakat 2025, AAFI NINABUA menargetkan meningkatnya jumlah laporan yang berkualitas dan relevan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses investigasi dan memberikan dasar yang kuat bagi auditor dalam mengambil tindakan.

Selain itu, diharapkan sistem ini mampu mengurangi ketimpangan informasi antara pelaksana proyek dan publik, sehingga tercipta suasana pembangunan yang lebih bersih, transparan, dan berkeadilan.

Kesimpulan

Sistem Pelaporan Masyarakat 2025 menjadi tonggak baru AAFI NINABUA dalam mengembangkan pengawasan partisipatif. Dengan memadukan teknologi dan peran aktif masyarakat, diharapkan seluruh proses pembangunan dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga Papua Pegunungan.